Rumpang

by - April 22, 2020


Walaupun belum kau tanya tapi akan kujawab ‘iya’ sedari awal.

Kau pernah bilang memendam perasaan sendirian itu menjengkelkan, lalu kau kutertawakan. Kau dan aku tidak pernah berjanji tapi kita tahu bahwa dunia penuh warna dan kita berdua pelukisnya. Kau dan aku tidak pernah punya kesepakatan tapi kita tahu bahwa kita tidak pernah ’berdua’ melainkan satu.

Pernah aku merengek ingin ini itu tapi kau tidak mengerti. Lalu keesokan harinya setelah kupaksa berpikir akhirnya kau paham juga. Tidak banyak teka-teki karena kau dan aku sudah jelas. Tidak banyak pertanyaan karena kupikir aku sudah tahu.

Namun hari ini, untuk pertama kalinya, benakku dipenuhi tanya.  Setelah Panjang lebar membicarakan bentuk dan rupa cinta setiap malam, kau tidak lagi datang.

Diamku petang ini hanya untuk menafsirkan maksudmu. Untuk apa datang, untuk apa pergi, untuk apa datang lagi kemudian pergi sesuka hati. Aku tidak marah tidak pula merasa bersalah. Aku tidak pernah berpikir bahwa ‘kita’ yang selama ini kubicarakan itu ternyata cuma aku, tidak ada kamu didalamnya.

 Lalu menurutmu aku harus apa?. Melangkah tak bisa, melepas tak rela.

Telah kujadikan kakiku seringan kapas agar dengan melepasmu aku bisa berjalan bebas. Tapi sama saja, sebab untukmu rasa itu tak pernah benar-benar mati.

Walaupun kau tak kunjung bertanya, sudah kujawab ‘aku menyukaimu’ sedari awal.

You May Also Like

1 comments