Rumpang
Walaupun belum kau tanya tapi akan kujawab ‘iya’
sedari awal.
Kau pernah bilang memendam perasaan
sendirian itu menjengkelkan, lalu kau kutertawakan. Kau dan aku tidak pernah
berjanji tapi kita tahu bahwa dunia penuh warna dan kita berdua pelukisnya. Kau
dan aku tidak pernah punya kesepakatan tapi kita tahu bahwa kita tidak pernah ’berdua’
melainkan satu.
Pernah aku merengek ingin ini itu tapi kau
tidak mengerti. Lalu keesokan harinya setelah kupaksa berpikir akhirnya kau
paham juga. Tidak banyak teka-teki karena kau dan aku sudah jelas. Tidak banyak
pertanyaan karena kupikir aku sudah tahu.
Namun hari ini, untuk pertama kalinya,
benakku dipenuhi tanya. Setelah Panjang lebar
membicarakan bentuk dan rupa cinta setiap malam, kau tidak lagi datang.
Diamku petang ini hanya untuk menafsirkan
maksudmu. Untuk apa datang, untuk apa pergi, untuk apa datang lagi kemudian
pergi sesuka hati. Aku tidak marah tidak pula merasa bersalah. Aku tidak
pernah berpikir bahwa ‘kita’ yang selama ini kubicarakan itu ternyata cuma aku,
tidak ada kamu didalamnya.
Lalu
menurutmu aku harus apa?. Melangkah tak bisa, melepas tak rela.
Telah kujadikan kakiku seringan kapas agar
dengan melepasmu aku bisa berjalan bebas. Tapi sama saja, sebab untukmu rasa
itu tak pernah benar-benar mati.
Walaupun kau tak kunjung bertanya, sudah
kujawab ‘aku menyukaimu’ sedari awal.
1 comments
🖤
BalasHapus