instagram

Anggi Weffani

Sebelum membaca ‘jawaban’ , baca dulu ‘tanda tanya’ di sini.

***
Kamu pun tahu, cinta punya banyak rupa dan belum tentu kebersamaan adalah jawabannya.

Peduli atau tidak, kita pernah bersama dan itu membahagiakanku. Kepergianku bukan tanpa alasan, mencampakanmu pun bukan suatu ketenangan. Atas nama rindu dan kenangan manis yang pernah kita kecap bersama, aku tahu mempertahankan bukan hal yang mudah pun perpisahan tidak sepenuhnya indah. Tapi sebuah hubungan butuh banyak hal dan kepercayaan adalah salah satunya.

Mari kita longgarkan ikatan yang dulu menyakiti tubuhmu hingga biru. Gunakan waktu sendiri dengan sebaik-baiknya, aku adalah milikku sekarang dan kamu pun milik dirimu sendiri. Tidak ada kalimat indah yang pantas menghiasi kepergianku, tapi kamu harus paham aku tidak pernah benar-benar melambaikan tangan.

Sepi bukan teman yang baik tapi orang bilang ia menyembuhkan. Kita harus memperbaiki segala hal yang berantakan. Sama seperti katamu, aku pun Bahagia kita pernah ada, pernah bersama, tapi kata ‘pernah’ hanya omong kosong untuk segala pertengkaran kita.

Tidak perlu banyak menunjukan luka, aku tahu sendiri setelah berdua itu menyakitkan. Bukan hanya kamu tapi aku pun kehilangan. Setiap sudut kota punya cerita perihal kita, tempat itu pun masih ada, kita yang berakhir.

Rasi bintangmu yang kupelajari kecocokannya dengan milikku, menu makanan yang sering kau pesan di kedai seberang jalan, atau jaket yang kau banggakan karena warnanya adalah kesukaanmu. Tidak kulupakan hal kecil tentangmu yang khas dan lucu itu. Kita pernah ada dan akan selalu begitu.

Kamu harus mulai mencoba menata segala hal yang kamu anggap perlu dan mulai percaya dengan yang lainnya. Sesuatu yang pergi perlahan akan mulai merangkak menyesali tapi akan kucoba untuk mulai mengikhlaskan apa-apa yang dulu kita bangun dengan hati. Sudah, ya? bukan tidak bisa berdampingan dengan ketidaksempurnaanmu tapi kita butuh jeda.

Daripada kita mengulang rasa sakit berkali-kali, mari kita izinkan saja hati yang lain untuk menghuni.
"Aku takut tuhan marah.” ucapku dengan wajah khawatir. Kau terdiam, kemudian semuanya berlalu begitu saja seolah Tuhan mengiyakan keputusan kau dan aku. Dibawah bulan purnama ditemani suara riuh kota, tak ada yang tahu saat itu, dua tangkai hati manusia melantunkan rasa kecewa.

Meskipun tampak semu dan diakhiri dengan ragu, kau dan aku tahu setiap sudut kota punya cerita dan akan tampak berbeda sebab tidak ada lagi kau disetiap bisikan angin yang kulewati.

Masih kuingat ekspresi takutmu ketika badanku lemas ditengah perjalanan kita mendaki bukit. Tak juga kulupakan wajah jengkelmu ketika kupaksa mengenakan bando kelinci merah muda, “kamu mencederai ketampananku” ucapmu dengan wajah menggerutu, lucu sekali.

Tak akan kuganti nama kontakmu yang hingga kini masih ‘milikku’. Tak juga kuhapus nomor handphone ibumu yang sering menggunggah foto kue ber-caption ‘fresh from the oven’.  Tak kuhentikan kebiasaan menonton film ‘Harry Potter’ walau tak ada lagi kamu yang maha spoiler.

Tak kunjung kulupakan kebiasaan kita dihari minggu ; kau yang menghampiriku dari gereja St.Maria, aku yang menyambutmu disudut café selepas dhuha.

Kau dan aku tahu Tuhan itu satu dan rasa cinta kita mengalir hingga urat nadi, pun kita tahu bahwa tidak ada kalimat penenang yang bisa kita pegang karena sebuah hubungan tak hanya membutuhkan dua hati yang saling nyaman, tapi juga hati yang seiman.

Newer Posts
Older Posts

Postingan Populer

  • Aku Ingin
    Aku ingin jadi manusia tempatmu pulang setelah sepanjang hari memangku beban. Menjadi satu-satunya telinga yang mendengar ceritamu tentang...
  • Rumpang
    Walaupun belum kau tanya tapi akan kujawab ‘iya’ sedari awal. Kau pernah bilang memendam perasaan sendirian itu menjengkelkan, lalu ka...
  • Tuhan dan Kita
    "Aku takut tuhan marah.” ucapku dengan wajah khawatir. Kau terdiam, kemudian semuanya berlalu begitu saja seolah Tuhan mengiyakan keput...

Mengenai Saya

Anggi weffani
Temukan saya di instagram @anggiweffani selamat membaca.
Lihat profil lengkapku

LET’S BE FRIENDS

recent posts

Blog Archive

  • Maret (1)
  • Februari (1)
  • Desember (1)
  • Agustus (1)
  • Juni (2)
  • Mei (2)
  • April (5)






Created with by BeautyTemplates | Distributed by blogger templates