Suatu Hari Nanti

by - Juni 09, 2020

Suatu hari nanti kamu akan menyadari bahwa aku sudah tidak ada lagi. Tidak ada perempuan yang menatapmu sembunyi-sembunyi, tidak pula menunggu untuk diberi hati. Sebagian dariku dulu kau bawa tapi tidak kali ini, mulai hari ini kau adalah milikmu dan aku adalah milikku sendiri.


Suatu hari nanti kau akan mengerti bahwa sendirian itu melelahkan. Membangun harapan yang ternyata tidak pernah diberikan, memaksa kebetulan jadi sesuatu yang berhubungan, padahal berkata cinta saja kau tidak pernah. Kau akan tahu sebesar apa tenaga yang dulu kuhabiskan hanya untuk mengambil hatimu yang kau jaga bukan untukku.


Suatu hari nanti kau akan menyesali kenapa tidak kau genggam perasaanku ini. Alih-alih memahami kau justru gegabah dengan rasa sendiri. Kepergianku adalah tanaman yang benihnya sudah kau sebar sedari dulu, kau pupuk dengan ribuan kalimat penolakan.


Selesai, sudah kuselesaikan malam ini juga. Tidak ada lagi yang perlu dibalas, karena rasaku bukan lagi sebuah pertanyaan. Kuhisap semuanya habis, sakit atau tidak mengejarmu bukan sebuah jawaban.


Selamat untuk kebebasan barumu, selamat untuk langkah kakimu yang kini tak lagi kuiringi. Berbahagialah kau apapun yang terjadi, menyesal bila perlu, tak usah kembali, nikmati penyesalanmu sendiri.

You May Also Like

0 comments