Keluh

by - Agustus 16, 2020

Aku punya banyak cerita yang bahkan ingin kuberi titik sebesar jagad raya. Tak henti mendambakan kedatangan. Beranggapan bahwa damai dapat diciptakan ramai-ramai. Aku ingin mereka yang datang akan menetap tanpa bersumpah, duduk diam mendengarkan tanpa iringan kalimat serapah.

Aku ingin memaafkan diriku sendiri. Mengiyakan bahwa jadi sempurna bukan tujuan hidup yang sebenarnya. Aku, yang-suka mengeluh-ini harus tahu, orang lain pun punya noda disetiap cerita yang tampak berwarna. Maka berhentilah aku untuk meminta kehadiran mereka.

Aku benci sendirian maka kuseret kau masuk kedalam hidupku yang bercabang. Kau tahu sendiri aku ahlinya mengada-ada, mengkhawatirkan sesuatu yang semu keberadaanya. Maaf ternyata Tuhan menciptakan aku sebagai manusia yang rumit, pun aku diciptakannya menjadi wanita yang tak mudah dicinta, untuk dipahami pun sulit.

Maka sebelum sesakku menyulitkanmu juga, sebelum keluhku menghantuimu juga, kita berhenti untuk saling memahami. Maaf pernah memaksamu untuk selalu ada. Kau pasti lelah dan aku pun sama. Sebagaimana gelapku merebut terang yang kau punya.

Barangkali aku ialah bunga yang tak kau genggam, lebih baik ternyata karena tubuhnya berduri tajam.

You May Also Like

0 comments