Ada seorang teman yang ketika ditanya ‘akan jadi apa?’, ia jawab pertanyaannya sebelum detik ketiga. Ada seorang teman yang ketika ditanya ‘sudah sampai mana?’, ia jawab pertanyaannya dengan rangkaian suka cita. Ada juga mereka yang berhasil raih ini dan itu, hingga membuatmu tertunduk dan malu.
Sebagian manusia memang seberuntung itu dimatamu, sebagian lainnya masih berharap keringatnya punya makna. Membuatmu lupa bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan waktu sedih dan senang yang berbeda-beda.
Pernah terpikir, akan jadi apa kamu nantinya?, akan menciptakan rasa bangga sebesar apa?. Isi kepala kadang jadi penuh dan riuh. Kamu dibuat buta bahwa tubuhmu juga dipenuhi talenta, kamu membuatnya terlihat jauh diatas sana dan sulit untuk ditarik, beberapa justru jauh dari pandangan mata.
Kalimat keluhmu berantakan dimana-mana, melapisi hatimu yang jadi sekeras batu. Disadarkan dengan kalimat motivasi pun tetap buntu.
Sabar.. Nikmati
prosesnya, maafkan rasa sedihnya. Mendung harus dilewati agar tanamanmu tumbuh,
rapuh harus dilalui agar tahu rasanya utuh. Setiap manusia dilahirkan
dengan ceritanya masing-masing. Berhenti membandingkan. Kamu punya waktu dan kebahagiaanmu sendiri.