Tanya dan Kata

by - April 15, 2020



Setelah menahan rasa hingga berdarah, kuputuskan untuk menulis aksara yang mengiang-ngiang dikepala. Untukmu manusia dengan senyum yang manis, sejak hari dimana kurapihkan serpihan hati yang porak poranda, aku kian memantaskan diri dan mencari apa-apa yang kiranya membawamu kembali. Tapi ternyata setelah dicoba rasanya sama saja, kita sudah selesai, kamu sudah tidak ada. Harus apa? Perasaanku terlalu banyak hingga kau sulit mengimbangi?. 

Kamu boleh menyebutku gila karena rela terluka dua kali hanya untuk meyakinkanmu kembali. Hingga jungkir balik kuisyaratkan padamu bahwa rasaku masih hidup, mekar dan tumbuh dengan subur tanpa perlu kau siram. Persetan dengan semua rasa kecewa yang mengikat erat batin dan kepala, meski dadaku sesak hingga bernapas pun harus disertai pejaman mata, kau harus tau bahwa kau tetap nomor satu.

Untuk mengenangmu aku tak butuh bicara.

Tak usah bertanya berapa besarnya, aku rindu. Rindunya mengakar didalam dada, menjalar sampai ke urat nadi

Bodoh;

Hatiku lebam membiru tapi masih saja mau mencintaimu. Katakan, katakan apa saja yang bisa membuatmu kembali, atau apapun yang membuatmu pergi. Biar kurayakan dengan sorak sorai dan teriak bila nyatanya hanya dalam diam aku bisa sepenuhnya menyayangimu. Akan kuteriakkan “Aku suka kamu!” semoga bisingnya terdengar agar kau bertanya-tanya, suara apa? Darimana?.

Lalu kujawab, dari sini, dari aku.

You May Also Like

4 comments