Tanya dan Kata
Setelah menahan rasa hingga berdarah, kuputuskan untuk menulis aksara yang
mengiang-ngiang dikepala. Untukmu manusia dengan senyum yang manis, sejak hari
dimana kurapihkan serpihan hati yang porak poranda, aku kian memantaskan diri
dan mencari apa-apa yang kiranya membawamu kembali. Tapi ternyata setelah
dicoba rasanya sama saja, kita sudah selesai, kamu sudah tidak ada. Harus apa? Perasaanku terlalu banyak hingga kau
sulit mengimbangi?.
Kamu
boleh menyebutku gila karena rela terluka dua kali hanya untuk meyakinkanmu kembali.
Hingga jungkir balik kuisyaratkan padamu bahwa rasaku masih hidup, mekar dan
tumbuh dengan subur tanpa perlu kau siram. Persetan dengan semua rasa kecewa
yang mengikat erat batin dan kepala, meski dadaku sesak hingga bernapas pun
harus disertai pejaman mata, kau harus tau bahwa kau tetap nomor satu.
Untuk
mengenangmu aku tak butuh bicara.
Tak
usah bertanya berapa besarnya, aku rindu. Rindunya mengakar didalam dada,
menjalar sampai ke urat nadi
Bodoh;
Hatiku
lebam membiru tapi masih saja mau mencintaimu. Katakan, katakan apa saja yang
bisa membuatmu kembali, atau apapun yang membuatmu pergi. Biar kurayakan dengan
sorak sorai dan teriak bila nyatanya hanya dalam diam aku bisa sepenuhnya
menyayangimu. Akan kuteriakkan “Aku suka kamu!” semoga bisingnya terdengar agar
kau bertanya-tanya, suara apa? Darimana?.
Lalu
kujawab, dari sini, dari aku.
4 comments
Suka bangettt 😍
BalasHapusMakasih pelyn😍
Hapus🖤
BalasHapus❤
Hapus